Alergi bisa terjadi karena sistem kekebalan tubuh kita bereaksi terhadap masuknya makanan tertentu yang kita konsumsi. Sistem kekebalan tubuh inilah yang sebenarnya melindungi tubuh kita dari kuman atau virus. Namun, sistem kekebalan tubuh setiap orang berbeda-beda, sehingga apa yang aman buat tubuh kita belum tentu aman buat tubuh orang lain.
Biasanya, alergi seafood terjadi setelah beberapa jam kita mengonsumsinya. Hal itu terjadi karena tubuh bereaksi terhadap sejenis protein yang terkandung dalam seafood. Atau, bisa juga karena tubuh bereaksi terhadap racun yang dihasilkan oleh bakteri yang kebetulan terdapat pada seafood, terutama seafood yang sudah tidak segar lagi.
Tanda-tandanya
Biasanya, tanda alergi seafood berupa gatal di daerah mulut, timbul ruam atau bintil-bintil merah pada kulit, pusing, gangguan pencernaan seperti mual, muntah, dan diare, serta pembengkakan pada wajah.
Bila terkena
Sampai sekarang belum ada obat yang bisa menyembuhkan alergi secara total. Sehingga yang bisa dilakukan bagi orang yang menderita alergi adalah menghindari penyebab atau pencetusnya. Misalnya, kalau alergi udang, ya sebaiknya menghindari makan udang dan pilih seafood lain yang tidak menimbulkan alergi. Jadi, tetap bisa menikmati seafood tanpa alergi.
Nah, bila sedang terserang alergi, sebaiknya tidak menggaruk kulit yang sedang gatal atau timbul ruam, agar tidak luka. Untuk mengurangi rasa gatal, olesi saja dengan bedak salisil pada bagian yang ruam atau gatal. Atau, minum obat antihistamin atau obat penawar alergi. Bila alergi tetap tak kunjung lenyap, sebaiknya segera pergi ke dokter.
Ssstt...
Alergi bisa juga disebabkan faktor genetik (keturunan). Misalnya, jika salah satu orangtua kita kebetulan alergi terhadap seafood, maka kita pun kemungkinan akan menderita alergi. Oleh karena itu, untuk mencegahnya, kita perlu mengenali penyebab alergi kita dan kemudian menghindarinya.
(from: girls.kidnesia.com)












0 Friends Comments:
Posting Komentar
Anneyoung haseyo, Chingu! Comment Please!